RANGKUMAN PEMBELAJARAN IPS SD MATERI "DIMENSI PENGETAHUAN DALAM PENDIDIKAN IPS"
Nama : Refani Abdullah
Nim : 151419091
Kelas : 4D PGSD
Tugas : Resume materi “ Dimensi Pengetahuan Dalam Pendidikan IPS”
Dosen : Muhammad Sarlin, S.Pd.,M.Pd
Dimensi Pengetahuan, keterampilan dan Nilai dalam Pendidikan IPS
Menurut Sapriya, program pendidikan IPS yang komperhensif adalah program yang mencakup beberapa dimensi, yaitu : dimensi pengetahuan (knowledge), dimensi keterampilan (skill) dan dimensi nilai dan sikap (values and attitudes). Untuk kepentingan analisis akademik, dimensi-dimensi ini dibedakan agar guru dapat merancang pembelajaran IPS secara sistematis dan untuk meyakinkan bahwa semua kawasan sudah terliput.
1. Dimensi Pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan mencakup 4 hal diantaranya pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan metakognitif yang dipahami oleh peserta didik.
a. Pengetahuan Faktual
Pengetahuan faktual meliputi elemen-elemen dasar yang digunakan oleh para ahli dalam mengkomunikasikan disiplin akademik, pemahaman, dan penyusunan dimensi pengetahuan secara sistematis. Elemen-elemen ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang bekerja pada disiplin ilmu tertentu yang membutuhkan perubahan dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
b. Pengetahuan Konseptual
Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan kategori dan klasifikasi serta hubungannya dengan dan diantara mereke-lebih rumit, dalam bentuk pengetahuan yang tersusun. Seperti, skema, model mental, atau teori implisit atau eksplisit dalam model psikologi kognitif yang berbeda.
c. Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan tentang keterampilan khusus, tahapan sistematis mengenai sistem program (meliputi; input, proses, dan output). Prosedur berarti tahap demi tahap suatu proses untuk mencapai hasil yang diharapkan.
d. Pengetahuan Metakognitif
Metakognitif menurut Livingstone (1997) adalah “berpikir tentang berpikir”. Menurut Flavell sebagaimana dikutip Livingstone menyatakan bahwa metakognisi terdiri atas dua unsur yaitu pengetahuan dan pengalaman atau regulasi. Metakognitif merujuk pada proses mengusai ilmu pengetahuan dan proses berpikir. Dalam hal ini siswa dapat menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dikuasinya untuk membangun pengetahuan baru. Metakognitif bisa juga dimaknai memiliki pemahaman mengenai belajar tentang cara belajar.
2. Dimensi Keterampilan
Berikut diuraikan sejumlah keterampilan yang diperlukan sehingga menjadi unsur dalam dimensi IPS dalam proses pembelajaran.
a. Keterampilan Meneliti
Keterampilan yang diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah data.
1) Mengidentifikasi dan mengungkapkan masalah atau isu
2) Mengumpulkan dan mengolah data
3) Menafsirkan data
4) Menganalisis data
5) Menilai bukti-bukti yang ditemukan
6) Menyimpulkan
7) Menerapkan hasil temuan dalam konteks yang berbeda
8) Membuat pertimbangan nilai
b. Keterampilan Berpikir
Beberapa keterampilan berpikir yang perlu dikembangkan guru di kelas untuk peserta didik meliputi :
1) Mengkaji dan menilai data secara kritis
2) Merencanakan
3) Merumuskan faktor sebab dan akibat
4) Memprediksi hasil dari sesuatu kegiatan atau peristiwa
5) Menyarankan apa yang akan ditimbukan dari suatu peristiwa atau perbuatan
6) Curah pendapat
7) Berspekulasi tentang masa depan
8) Menyarankan berbagai solusi alternatif
9) Mengajukan pendapat dari perspektif yang berbeda
c. Keterampilan Partisipasi Sosial
Beberapa keterampilan partisipasi sosial yang perlu diajarkan oleh guru meliputi :
1) Mengidentifikasi akibat perbuatan dan pengaruh ucapan terhadap orang lain
2) Menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada orang lain
3) Berbagi tugas dan pekerjaan dengan orang lain
4) Berbuat efektif sebagai anggota kelompok
5) Mengambil berbagai peran kelompok
6) Menerima kritik dan saran
7) Menyesuaikan kemampuan dengan tugas yang harus diselesaikan
d. Keterampilan Berkomunikasi
Pengembangan keterampilan berkomunikasi merupakan aspek yang penting dari pendekatan pembelajaran IPS khususnya dalam inkuiri sosial. Setiap peserta didik perlu diberi kesempatan untuk mengungkapkan idenya dalam bentuk lain seperti film, drama, seni, pertunjukan, foto, bahkan dalam bentuk peta. Para peserta didik seharusnya dimotivasi agar menjadi pembicara dan pendengar yang baik.
3. Dimensi Nilai dan Sikap
Agar ada kejelasan dalam mengkaji nilai dimasyarakat, maka nilai dapat dibedakan atas nilai substantif dan nilai prosedural.
a. Nilai Substantif
Nilai substantif adalah keyakinan yang telah dipegang oleh seseorang dan umumnya hasil belajar, bukan sekadar menanamkan atau menyampaikan informasi semata. Dalam mempelajari nilai substantif peserta didik perlu memahami proses-proses, lembaga-lembaga, dan aturan-aturan untuk memecahkan konflik dalam masyarakat yang demokratis.
Manfaat lain dari belajar nilai substantif adalah peserta didik akan menyatakan bahwa dirinya memiliki nilai tertentu. Dengan kata lain setiap peserta didik membawa nilai tersendiri dalam dirinya masing-masing yang tergantung pada beberapa faktor penyebab nilai itu melekat pada dirinya seperti latar keluarga, agama atau budaya.
Oleh karena itu program pembelajaran IPS hendaknya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengungkapkan, merefleksikan, dan mengartikulasikan nilai-nilai yang dianutnya. Proses ini tergantung pada nilai-nilai prosedural di kelas.
b. Nilai Prosedural
Peran guru dalam memberikan pembelajaran dikelas sangatlah penting sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran di kelas, maka nilai-nilai prosedural yang perlu dilatih atau dibelajarkan antara lain nilai kemerdekaan, toleransi, kejujuran, menghormati kebenaran, dan menghargai pendapat orang lain.
Nilai-nilai ini merupakan kunci nilai yang dapat menyokong terciptanya masyarakat yang demokratis, seperti toleran terhadap pendapat yang berbeda, menghormati pribadi orang lain dan menghargai bukti yang sama serta bekerja sama. Maka hendaknya penerapan nilai-nilai tersebut mulai dipraktikan ketika pembelajaran dikelas agar dapat dilatih sehingga kelak ketika terjun ke masyarakat peserta didik dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang didapatkan dan menjadi warga negara yang bermartabat dan menghormati pribadi yang lain.
Selain itu nilai dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu nilai nurani dan nilai memberi. Nilai nurani adalah nilai yang ada didalam diri manusia kemudaian berkembang menjadi perlaku serta cara kita memperlakukan orang lain yang termasuk niali-nilai nurani adalah kejujuran, keberanian, cinta damai, keandalan diri, potensi, tahu batas, kemurnian dan kesesuaian. Sedangkan nilai-nilai memberi adalah nilai yang perlu dipraktikkan atau diberikan yang kemudian akan diterima sebanyak yang dberikan. Yang termasuk pada kelompok nilai-nilai memberi adalah setia, dapat dipercaya, hormat, cinta, kasih sayang, peka, tidak egois, baik hati, ramah, adil, dan murah hati.
Komentar
Posting Komentar