RESUME MATERI PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DI SD

Nama : Refani Abdullah

Kelas/NIM : 4D/151419091

Tugas : Resume Materi "Problematika Pembelajaran IPS di SD"


PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPS DI SD

A. Permasalahan yang dihadapi dalam Melaksanakan Pembelajaran IPS di SD

Pendidikan IPS, memang mengalami tantangan yang sangat berat, disaat kaum ibu masuk ke dalam sektor publik, maka pendidikan anak di rumah menjadi terabaikan, disaat budaya baca belum terbentuk maka budaya visual melalui TV masuk dengan intensif, di saat modal sosial belum terbina, individualisme melalui permainan, home schooling, tugas individual menjadi kebutuhan dan tuntutan, disaat etos kerja atau belajar dan produktivitas belum terbina, budaya santai telah terbentuk, disaat profesionalisme semakin sulit digapai, maka tuntutan materi begitu mendesak. Keteladanan pun menjadi menjadi sesuatu yang sangat langka. Kesenjangan antara teori dan aplikasi kerap pula terjadi karena berbagai kendala.

1. masalah pembelajaran IPS yang berasal dari siswa

(a) kesiapan belajar, dapat dilihat dari kesediaan siswa untuk mencatat pelajaran, mempersiapkan buku, alat-alat tulis atau hal-hal yang diperlukan. Namun, bila mana siswa tidak memiliki minat untuk belajar, maka siswa tersebut cenderung mengabaikan kesiapan belajar. Masalah lain yang juga bersumber dari siswa adalah (b) Motivasi Belajar, yaitu motivasi individu dimanfestasikan dalam bentuk ketekunan dalam belajar, kesungguhan dalam menyimak, mengerjakan tugas dan sebagainya. (c)Konsentrasi Belajar, Kesulitan berkonsentrasi merupakan indikator adanya masalah belajar yang dihadapi siswa, karena hal itu akan menjadi kendala di dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Untuk membantu siswa agar dapat berkonsentrasi dalam belajar tentu memerlukan waktu yang cukup lama, di samping menuntut ketelatenan guru. (d) Mengelolah Bahan Ajar, siswa mengalami kesulitan di dalam mengelolah bahan, maka berarti ada kendala pembelajaran yang dihadapi siswa yang membutuhkan bantuan guru. 

2. Masalah Pengajaran yang berasal dari Faktor Guru

Beberapa peneliti bahkan menemukan letak kejemuan peserta didik terhadap mata pelajaran IPS ada pada figur guru yang kurang profesional dalam mengajar. Para pengajar IPS rata-rata bukan yang berlatarbelakang pendidikan IPS, sehingga kurang memahami materi. Sekian persen guru menyampaikan materi secara textbook tanpa variasi, monoton, kurang humor, dan tetap menggunakan metode konvensional yaitu ceramah yang cenderung membosankan. 

B. Ide penyelesaian untuk permasalahan pembelajaran IPS di SD

Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan juga mendorong para siswa untuk belajar secara bebas dalam batas-batas yang ditentukan sebagai anggota kelompok. Bilamana dalam proses pembelajaran, guru mampu mengaktualisasikan tugas-tugas guru dengan baik, mampu memotivasi, membimbing dan memberi kesempatan secara luas untuk memperoleh pengalaman, maka siswa akan mendapat dukungan yang kuat untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan, namun jika guru tidak dapat melaksanakannya, siswa akan mengalami masalah yang dapat menghambat pencapaian hasil belajar mereka.

Posisi penting dari guru IPS adalah mampu menanamkan nilai-nilai dalam kemasyarakatan, dalam berbangsa dan bernegara yang baik. Untuk itu diperlukan kompetensikompotesensi utama seperti : 

1. Guru harus mengenal karakteristik dan latar belkang peserta didik

2. guru harus mempunyai kecakapan untuk memberikan bimbingan

3. Guru harus memiliki dasar pengetahuan yang luas tentang tujuan pendidikan yang dicapai

4. Guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang ke IPSan

C. Program-program yang harus disiapkan dan dikembangkan agar pembelajaran IPS di SD mampu mencapai sasaran dan tujuan sebagaimana ditetapkan dalam tujuan umum IPS

Semua materi IPS sebagian besar dapat bermuatkan keterampilan sosial, kecuali mata pelajaran sebagian kecil geografi (membuat peta) dan sejarah. Keterampilan sosial tidak hanya dapat dikembangkan melalui materi saja tapi juga melalui metode, media, dan evaluasi yang bervariasi. Topik yang dapat sarat dengan muatan keterampilan sosial untuk SD diantaranya diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, kegiatan ekonomi, perdesaan dan perkotaan, sumberdaya, dan pahlawanku. 

Pengembangan keterampilan sosial erat kaitannya dengan materi, metode, media, dan evaluasi pembelajaran. Materi yang bermuatan isu-isu kontemporer bersifat problem solving efektif terhadap pengembangan keterampilan sosial peserta didik. Cooperative learning, baik melalui sistem STAD ataupun Jigsaw, serta evaluasi non tes lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan sosial. Pemanfaatan media, semakin kongkrit media tersebut semakin efektif untuk pengembangan keterampilan sosial, misalnya pemanfaatan lingkungan sekitar, film, kunjungan kerja dan media lainnya yang bersifat partisipatif lebih efektif dibandingkan dengan media yang relatif abstrak.

Pengembangan keterampilan sosial sangat tergantung pada guru sebagai pengembang kurikulum. Oleh karena itu, memahami misi kurikulum IPS, kemampuan transdisipliner, multiisiplin, cooperative study dalam memecahkan masalah sosial, harus dikuasai oleh setiap guru IPS, disamping kemampuan pengaplikasian metode, media, sumber belajar dan asesmen yang bervariasi.

Komentar